30 Mei 2015, menjadi bagian dimana aku libur saat aktivitas
sekolah, mencari ketenangan kesegaran yang aku jejaki pada hari itu. Jackloth
Summer Fest 2015, aku menghadirinya karena lantaran aku ingin membeli pakaian
baru saat yang ada di lemariku yang lama, kini sudah kecil dan sudah tidak
layak pakai di badanku. Terpaksa kuberikan kepada adikku yang laki. Muat
sekali. Bersama teman rumah yang kuhadiri, dengan kuajak saudaraku sepupu yang
juga mau ikut. Aku menghadirinya saat pameran stand-stand baju-baju mulai
menggelegar dengan kecerahan yang bagus.
Panggung yang masih dalam keadaan
check sound dan belum salah satu musisi yang manggung sesuai jadwal, mereka
melakukan check sound dengan membawakan lagu satu saja untuk melancarkan
semuanya supaya tidak ada kendala apa-apa saat musisi sungguhan mulai show a
stage. Panas terik yang lama-lama membuatku pusing, para pengunjung pun kuat
dan rela borong-borong baju yang ada di stand saat terik matahari mulai
berlangsung. Sengaja aku panas-panasan dan sungguh membuatku nyaman, tetapi
lama kelamaan pun pusing mulai terasa.
Berlama saat disana dan sudah
membeli baju sejumlah 4 baju, aku keluar dan mulai ke mall fX Sudirman hanya
untuk meredakan keadaan di hamparan AC yang menyala dimana-mana. Sungguh yang
tadinya keringat panas ketika di lapangan, ketika sudah didalam area dingin
pun, keringat berubah menjadi keringat dingin. Hamparan panas tadi,
tenggorokanku dehidrasi dan perut lapar pun semakin berguncang. Inti dari semua
yang kurasakan, aku seperti pekerja paksa pada penjajahan Jepang, Romusha.
Untungnya, aku bisa menyeimbangkan kualitas ion-ku dan gizi ku. Sungguh, kalau
aku tidak mengisinya, mungkin seperti pada zaman penjajahan itu.
Hamparan saat di Jackloth pun banyak
sekali, stand yang sungguh nama brand itu sudah lazim di pikiranku, Dream Bird.
Pengunjung banyak yang memborong pakaian yang bermerek burung hantu itu.
Tadinya, kalau sempat, aku ingin membelinya. Namun, saat ke stand itu, sudah
kosong dan sudah tutup. Bagian dalamnya pun saat kulihat, sudah tidak ada
tumpukan baju atau jaket Dream Bird. Ini memang banyak sekali peminat yang
ingin memiliki brand burung hantu itu. “Gila! Udah abis aja Dream Bird,”
keluhku, melihatnya bertajuk aneh.
“Namanya juga brand keren.” Kata
Fikri, sepupuku yang kuajak kesini dan dia membeli baju yang dia suka. Aku
mengangguk, “Iya sih, cuman ini mah parah. Udah abis aja, barusan masuk baru
diborong, giliran mau kesitu, udah tutup.” Tambahku, sedikit masih tidak
percaya melihatnya. Akhirnya, mungkin aku bisa membeli baju itu nanti. Lauk
pauk yang menjadi andalanku ketika siang itu, begitu mengenyangkan di perut.
Setelah keluar, rasa lapar pun bertahan hingga lama. Sampai pada akhirnya, aku
naik ke puncak rooftop yang begitu tinggi, dan angin bermain-main dengan
sedikit kencang.
Aku merasakannya ketika itu sunyi
berada di puncak paling atas, dan hanya sedikit mendengar suara-suara klakson
kendaraan, dan juga suara kendaraan seperti motor. Aku melihat dan duduk sila
saat di pinggir rooftop. Aku melihat ke bawah, Gelora Bung Karno terlihat
begitu jelas. Di bawah sana, terdapat polisi ada 4. Saat ini, operasi razia
lagi besar-besaran. Terdapat di kota mana saja. Ketika sepupuku dan dua temanku
yang bersama-sama menaiki puncak rooftop, mereka sempat-sempatnya mengambil
view di puncak rooftop.
Aku mengambil ketika aku berpose
yang sedang menatap langit dan melihat ke sebelah kiri dengan gerakan kepalaku.
Pose itu, dari belakang. Berdiri diatas puncak ini, begitu aku bisa
merasakannya begitu sunyi dan bisa menghempaskan apa yang ada. Angin yang seakan membantuku untuk melepaskan beban
yang ada, meskipun tinggi dan begitu seram saat aku melihat ke bawah yang
terdapat bagian kendaraan yang kecil seperti mainan. Tetapi, aku begitu
menikmatinya, dan puas sekali melihat banyaknya gedung-gedung Jakarta yang
terlihat jelas ketika siang itu. Kali itu, aku begitu puas saat berada disana.
Hingga pada akhirnya sempat ingin
pulang dan berjalan mencari angkutan umum untuk mengantarkan ke stasiun kereta.
Begitu melihatnya tadi, aku bisa kembali segar dan puas sekali bisa ada disana.
Meskipun sulit untuk menggapainya, aku begitu senang di hari itu. I fresh this
day, because blow playing with me. And make a happy in world and happy in my
heart.

No comments:
Post a Comment