Powered By Blogger

Friday, 10 June 2016

Aku Mendengar Suara Pembicaraan Orang

Kereta berjalan dalam satu waktu, roda yang berbunyi melintasi
rel besi panas. Di dalam yang mempunyai keramaian manusia yang berbeda-
beda. Sosial yang berbeda, butiran senyuman-senyuman anak kecil yang terungkap.
Kukaitkan tangan ini pada gantungan dalam kereta.
Tak sengaja dan tak sengaja, aku begitu sendiri.
Tujuan yang entah membawaku kemana, tak ada paku untuk menancap
kemana tujuanku.
Kereta membawa, aku sendiri. Tanpa tujuan, tanpa arah
mengikuti kereta entah kemana. Melekatnya jiwanya nama sosok,
melekatnya jiwa sesuatu yang terpendam, hanya bisa diam.
Ketika tak ada yang menghibur dalam setiap wajah manusia,
mereka semua memilih kepentingannya masing-masing.

Aku begitu sendiri.


“Sekarang, lebih banyak buku di jual online. Toko buku itu mulai bangkrut.”
Kata seorang itu. Di belakang, mendengar dari telinga, berdiri tegap berpegangan
pada kaitan dalam kereta. Dua orang berbadan tambun, membicarakan buku. Seorang
pembaca, maupun seorang penulis. Telinga ini terus mendengar, pembicaraan yang
sedikit membuatku tertarik. Tanpa mengetahui, lalu seperti bukan sosok siapa-siapa.
Tujuan, yang datang padaku. Aku mulai bergegas mencari buku.

No comments:

Post a Comment