Kau
tau? Kalau
minuman kopi itu, bisa dibilang, kita itu ialah “Kakek-kakek” atau
“Bapak-bapak”? Pasti banyak yang bilang, apalagi aku. Yang kalau ada mood ingin
meminum biji hitam tumbuhan itu, aku segera membuat. Kopi hitam? Berapa kali
aku pernah mencoba biji hitam, nan pahit dengan ditambah gula dengan selera
kita sendiri?
“Kopi
hitam itu, kalau lebih bagusnya, gak pake gula. Biar bisa tau, pahit manis yang
ada didalam kopi itu.” Ucap my brother, Fikri. Ya, bisa dibilang memang seperti
itu. Tapi, ketika kupikir-pikir, memang ada benarnya juga. Pahit? Bagiku aku
memang tidak terlalu suka dengan yang pahit. Selalu ingin yang manis. Selain
kopi susu juga kopi berkaramel yang ada didalam takarannya itu. Selalu kucoba
dengan kopi dengan nikmatnya taburan rasa itu.
Dengan
kopi hitam, sekilas kopi yang dahulu, pernah ada seorang tentara Belanda yang
suka dengan kopi itu. Meskipun aku tak terlalu tau, atau mungkin lebih dikenal
dengan mengocek-ngocek sejarah-sejarah Belanda. Apalagi zaman minuman kopi yang
pasti, aku memang mengarang. Kalau beneran, tak mengapa. Kalau salah, ya
mungkin kurang lebih mendetail dengan apa yang ada.
Tak
seperti kopi-kopi buatan ciptaan negeri di pangkuan Ibu Pertiwi. Seperti
hal-nya kafe-kafe yang menyajikan kopi-kopi rasa maupun kopi hitam dengan gaya
luar negeri atau(asing). Kafe yang membuat orang yang lebih, suka ketimbang
dengan kopi rumahan. Ya, meskipun masih ada yang belum tentu semua manusia
lebih suka kopi di kafe ketimbang kopi rumahan.
Ketika
mencoba, aku pernah mencoba Americanno Black Coffee. Alhasil, ketika aku tak
mencoba untuk tidak memakai gula terlebih dahulu. Pahitnya tentu beda, tidak
seperti pahit seperti kopi bubuk, dibagian bawahnya yang ditindih cairan yang
bercampur hitam itu. Masih ada bubuknya. Pahitnya memang begitu khas asing
sekali. Dengan begitu, aku memakai gula dengan dua sachet untuk memaniskan
suasana. Terlebih mencoba tiga kali minum. Membuatku hanya mengeluarkan lidah
dengan rasa ingin memuntahkan apa yang ada didalam perutku.
Kopi
hitam yang selalu kucoba, tidak terlalu sering, bahkan ketika mood ingin minum
kopi ada. Aku segera menuntaskannya. Terlebih kalau tidak ada mood ingin
meminum bubuk biji tumbuhan itu, terlebih aku hanya membuat raukan tumbuhan
yang berubah menjadi minuman teh manis dari alam itu.

No comments:
Post a Comment