Powered By Blogger

Sunday, 16 August 2015

Sekilas Kopi Hitam




Kau tau? Kalau minuman kopi itu, bisa dibilang, kita itu ialah “Kakek-kakek” atau “Bapak-bapak”? Pasti banyak yang bilang, apalagi aku. Yang kalau ada mood ingin meminum biji hitam tumbuhan itu, aku segera membuat. Kopi hitam? Berapa kali aku pernah mencoba biji hitam, nan pahit dengan ditambah gula dengan selera kita sendiri?
            “Kopi hitam itu, kalau lebih bagusnya, gak pake gula. Biar bisa tau, pahit manis yang ada didalam kopi itu.” Ucap my brother, Fikri. Ya, bisa dibilang memang seperti itu. Tapi, ketika kupikir-pikir, memang ada benarnya juga. Pahit? Bagiku aku memang tidak terlalu suka dengan yang pahit. Selalu ingin yang manis. Selain kopi susu juga kopi berkaramel yang ada didalam takarannya itu. Selalu kucoba dengan kopi dengan nikmatnya taburan rasa itu.
            Dengan kopi hitam, sekilas kopi yang dahulu, pernah ada seorang tentara Belanda yang suka dengan kopi itu. Meskipun aku tak terlalu tau, atau mungkin lebih dikenal dengan mengocek-ngocek sejarah-sejarah Belanda. Apalagi zaman minuman kopi yang pasti, aku memang mengarang. Kalau beneran, tak mengapa. Kalau salah, ya mungkin kurang lebih mendetail dengan apa yang ada.
            Tak seperti kopi-kopi buatan ciptaan negeri di pangkuan Ibu Pertiwi. Seperti hal-nya kafe-kafe yang menyajikan kopi-kopi rasa maupun kopi hitam dengan gaya luar negeri atau(asing). Kafe yang membuat orang yang lebih, suka ketimbang dengan kopi rumahan. Ya, meskipun masih ada yang belum tentu semua manusia lebih suka kopi di kafe ketimbang kopi rumahan.
            Ketika mencoba, aku pernah mencoba Americanno Black Coffee. Alhasil, ketika aku tak mencoba untuk tidak memakai gula terlebih dahulu. Pahitnya tentu beda, tidak seperti pahit seperti kopi bubuk, dibagian bawahnya yang ditindih cairan yang bercampur hitam itu. Masih ada bubuknya. Pahitnya memang begitu khas asing sekali. Dengan begitu, aku memakai gula dengan dua sachet untuk memaniskan suasana. Terlebih mencoba tiga kali minum. Membuatku hanya mengeluarkan lidah dengan rasa ingin memuntahkan apa yang ada didalam perutku.
            Kopi hitam yang selalu kucoba, tidak terlalu sering, bahkan ketika mood ingin minum kopi ada. Aku segera menuntaskannya. Terlebih kalau tidak ada mood ingin meminum bubuk biji tumbuhan itu, terlebih aku hanya membuat raukan tumbuhan yang berubah menjadi minuman teh manis dari alam itu.


No comments:

Post a Comment